Freelancer Sukses: Teknik Jitu Memikat Employer

Dalam dunia freelancing, sebagai seorang freelancer, teknik-teknik memikat employer adalah hal yang terpenting dalam mencapai kesuksesan. Apa artinya menjadi seorang freelancer kalau tidak punya pelanggan. Hal ini menjadi selalu menjadi kendala dalam menjalankan bisnis freelancing yang baik.
Selain skill, sarana, waktu, komitmen, ketekunan, selalu berpikir positif, profesionalisme, dll diperlukan teknik jitu dalam memikat pelanggan di atas segalanya. Bahkan ekstrimnya bisa jadi hanya hal yang satu ini yang perlu kita prioritaskan dalam menjalankan usaha kita ber-freelancing. Ini mencakup pelayanan purna jual, jaminan dan layanan dukungan yang kita harus tawarkan dan dengan ikhlas melakukan.
Oleh karena itu dalam memberikan proposal penawaran harga, pastikan bahwa layanan Anda sudah mencakup semua layanan tersebut agar pelanggan kita percaya dan mempekerjakan kita dan setelahnya akan "nempel" terus dan tidak ingin berpindah ke lain hati.

Kalau saya klasifikasikan agar tidak melebar terlalu luas dan menurut pengalaman saya, teknik memikat pelanggan terbagi menjadi dua:

  1. Mencari Pelanggan
  2. Mempertahankan Pelanggan
Kebanyakan orang atau bentuk usaha hanya mengkonsentrasikan pada no. 1 di atas, tanpa mempedulikan no. 2 sehingga ketika jumlah pelanggan membludak, para pelanggan akhirnya "lari" karena merasa dukungan purna jual seperti fleksibelitas dan kesediaan kita akan layanan terhadap hal-hal teknis, sedikit perubahan/penyesuaian ataupun konsultasi gratis tidak mereka dapatkan. Ketika pelanggan kecewa, jangan harap proyek-proyek berikutnya akan diberikan kepada Anda.

Sebelum mereka setuju untuk mempekerjakan/membeli/membayar, pelanggan kita tentunya ingin memastikan terlebih dahulu bahwa baik itu desain, software, artikel, business plan, website, dll... benar-benar bisa mereka gunakan sesuai keperluan mereka dan bisa dikembangkan dikemudian hari. Segala potensi permasalahan harus selalu bisa diatasi/diperbaiki. Mereka membayar agar hasil kerja kita bisa membuat bisnis mereka menjadi lebih mudah ditangani, lebih sukses dan lebih baik sehingga mendatangkan keuntungan yang lebih banyak. Kalau kita tidak bisa menjanjikan/menjaminkan itu kepada mereka, tipis kemungkinan mereka mau memberikan proyeknya kepada kita.

Hal tersulit adalah dimana kita harus bisa membuktikan bahwa kita bisa mengerjakan dan menyelesaikan proyek mereka dengan baik dan sempurna. Ini lebih penting daripada Anda memperkenalkan diri sebagai lulusan universitas terkenal maupun mengatakan bisa ini, bisa itu, janji ini, janji itu dan sebagainya.
Bahas langsung proyeknya berdasarkan deskripsi proyek yang mereka buat, dan ajukan pertanyaan langsung dalam proposal Anda, bila memungkinkan lampirkan link sample file Anda (khusus yang dibuat untuk proyek tersebut) agar mereka bisa mendownloadnya.

Proposal yang terlalu panjang tidak akan mereka baca, percayalah!
Jangan gunakan template yang sama berulang-ulang (pukul rata di semua bid) yang mungkin sudah Anda siapkan. Buatlah proposal Anda seunik mungkin semuanya tidak ada yang sama, jadi benar-benar tergantung kasus proyeknya langsung.

Kalau saya, di akhir-akhir diskusi, yang selalu saya tawarkan kepada mereka adalah seperti ini:
"All of my services/products are lifetime guaranteed as long as in the scope of your initial project description and our discussions during development, you can contact me anytime even after we properly close the project"

Setelah proyek berakhir, jangan berhenti di situ, jika mereka memerlukan konsultasi lebih lanjut, Anda harus siap bahkan mungkin untuk mengerjakan sedikit perubahan sekalipun. Karena di situlah akan muncul kesempatan potensial untuk proyek-proyek lanjutan yang menambah order Anda.


Untuk pelanggan-pelanggan baru, saya sarankan untuk selalu mengatakan "Thank you..." pada awal balasan pesan Anda meskipun secara ekstrim kata-kata mereka tidak mengenakkan hati kita seperti:
  • We encountered further error when we finally launched it, that was embarrassing!
  • There is a problem with the website, my boss shouted at me due to this issue!
  • You have proven that your words cannot be trusted!
Cukup katakan: Thank you for reporting me this issue and blah...blah...blah....(jelaskan kemungkinan terjadinya masalah dan berikan solusi penanganannya).

Kalau kita tanggapi dengan positif dengan tetap sopan dan menawarkan solusi yang tepat, justru mereka yang akan malu dan lebih respect kepada kita (sudah puluhan kali saya lakukan). Dan biasanya justru mereka jadi lebih percaya untuk memberikan proyek2 mereka berikutnya.
Kalaupun Anda masih belum ada waktu, harus tetap menjawab dan katakan terus terang bahwa Anda belum ada waktu tapi tanpa alasan apapun dan beritahukan kapan Anda bisa mulai menanganinya (tapi jangan lama-lama, saya rasa "ngaret" maksimum 1 hari saja cukup).

Semoga mencerahkan dan semoga berhasil

Cheers