Freelancer! Bahayanya memberikan kontak pribadi, Online.

Semoga dengan sharing ini teman-teman bisa mengenali salah satu modus penipuan tingkat tinggi oleh seorang oknum employer berikut ini. Ini adalah berdasarkan kesaksian dari salah satu teman seorang freelancer online asal Surabaya, mas Achmad Muhajir yang mengalami langsung kejadiannya, terima kasih atas sharingnya mas :)

Teknologi dunia maya sekarang betul-betul canggih, sedemikian rupa metode-metode pengamanan jaringan diperketat oleh situs-situs web besar di seluruh dunia. Sistem keamanan berlapis-lapis diterapkan demi menjaga keamanan data maupun informasi apalagi uang dalam bentuk elektronik. Seperti diketahui secara umum bahwa sekarang kita mulai mengurangi penggunaan uang secara fisik dan menggunakan uang hanya dalam bentuk angka digital dan memindahkannya dari satu rekening ke rekening yang lain sebagai pembayaran tagihan, pemindahbukuan, penukaran mata uang, pembelian barang/pulsa dll.
Penggunaan kartu kredit secara online tidak perlu menggunakan tanda tangan pemegang kartu maupun menggunakan kartunya secara fisik, melainkan hanya mendaftarkan verifikasi data pribadi secara online dengan cara mengirimkan kembali atau menginput kode yang dikirimkan ke nomor HP kita yang terdaftar secara resmi maupun kode yang dicetakkan dalam lembar tagihan kartu kredit kita.
Inilah yang disebut sistem keamanan berlapis secara digital, menggantikan tanda tangan fisik, tidak perlu lagi verifikasi via perekaman pembicaraan via telpon (menanyakan nama gadis ibu kandung, tanggal lahir, nama lengkap dsb), tidak perlu lagi datang ke ATM ataupun kantor cabang.

Tapi.... namanya maling tetap saja bisa cari jalan dan kelemahan suatu sistem keamanan jaringan, heran ya?
Positif thinking-nya adalah suatu sistem akan menjadi lebih aman dan solid dengan adanya pelajaran dari kejadian-kejadian 'maling' seperti ini.

Sebagai contoh, bila Anda bisa menembus sistem keamanan Microsoft bukannya dihukum tapi malah mereka sekarang bersedia memberi penghargaan kepada para hacker tersebut sampai $200,000, gak percaya? silakan baca di sini. Kenapa? karena di sini Microsoft sangat berterima kasih kepada si hacker karena sistem keamanannya bisa diketahui kelemahannya dan bisa diambil tindakan follow up untuk menutupi kekurangannya, bahkan mereka bersedia mempekerjakan hacker tersebut untuk membuat sistem pertahanan yang baru yang lebih baik.

Nah, kembali ke kejadian teman kita Achmad, seorang programmer freelance berbakat dalam bidang web design, web scrapper, web application, pokonya serba bisa asal kota berlambang Suro dan Boyo ini adalah si employernya (yg ngakunya employer) memberikan sebuah deskripsi pekerjaan yang betul-betul menantang dan bagi teman kita ini, bukan merupakan hal sulit untuk dikerjakan, apalagi bayaran yang dijanjikan besar lagi.....hmmm benar-benar menggiurkan.
Tanpa panjang lebar dia terima tantangan ini, meskipun baru tahap diskusi dan interview via message system.

Karena harus mendemonstrasikan kemahiran, teman kita ini dengan bangga mempersembahkan karya tangan dan pemikirannya yang genius dengan cepat dalam bentuk demo/sample dan si oknum employernya pun terkesima oleh kehandalan Mr. Achmad ini (ceritanya nih).
Oknum employer ini memuji demo yang dipersembahkan dan mengatakan ingin men-test lebih jauh sedikitttttt lagi aja. Dan dia pun meminta nomor HP Achmad dengan alasan pengetesan di situs web tersebut. Tidak hanya sampai di situ, karena kemudian dari HP Achmad terdengar lagu Gambang Suling (red: ilustrasi) yang menandakan ada SMS masuk, yang waktu dibuka adalah berisi sebuah KODE verifikasi. Dengan santainya oknum employer ini kemudian meminta Achmad untuk memberitahukan kode tersebut dengan alasan pengetesan situs web yang sedang dikembangkan tersebut. Lalu ditunggu-tunggu lama tidak membalas lagi.....akhirnya, si employer somehow beralasan pamit karena harus ngurus hal lain dan dia pun minggat offline.

Sungguh gak kepikiran karena banyak proyek yang harus dikerjakan Mr. Achmad teman kita ini dan karena Achmad memang selalu berpikiran Positive terhadap orang (alias tidak pernah su'udzon), baru setelah beberapa saat waktu dia perlu kembali login untuk membuat Bidding baru (hunting proyek lagi).

Anehnya.... 

Dia tidak bisa login...nah lo??? lha piye iki? apa PCnya error, apa browser error atau Web sitenya yg error atau orangnya yang error nih?
Dengan mengerahkan seluruh keahliannya kepada komputernya, Achmad pun akhirnya berhasil mengembalikan kendali akun pribadinya ke dalam pelukannya :)
Tapi setelah akunnya terbuka, KAGET dia, HAH??? APAA??? KOK BEGINI??? KOK BEGITU???
Bukan karena ada gambar aneh-aneh, bukan juga ada error, semuanya baik-baik saja, hanya saja saldo akun dia menjadi $0. waduhhhh.....biyung....biyung....

Panik! dia pun menghubungi pihak-pihak terkait (termasuk saya, sayang saya lagi liburan di Kuningan menikmati udara gunung Ciremai hehehe, sorry ya Mas Achmad). Tapi, dengan keterangan dan bukti-bukti yang lengkap, akurat, dan terpercaya akhirnya dia bisa mengadukan masalah ini ke support desk dan mendapatkan tanggapan cepat dan sangat positif yang akhirnya dia bisa mendapatkan kembali saldonya yang hilang (malingnya ketangkep atas keterangan mas Achmad). Tepuk tangan, HEBAT, hebat euy!
Bukan hanya itu, Achmad pun mendapat pelajaran berharga dari sini (tapi gak dapet Reward $200 ribu sih) dan dia berjanji pada dirinya sendiri dengan teguh bahwa dia akan lebih berhati-hati lain kali dan semoga teman-teman yang membaca ini pun bisa mengambil pelajaran dari pengalaman berharga teman kita mas Achmad ini.

Bagaimana si oknum employer ini melakukannya tidak akan saya sharing di sini dengan alasan bahaya untuk ditiru orang, lebih penting untuk diperhatikan adalah JANGAN MEMBERIKAN SEMBARANGAN CONTACT DETAIL ANDA apalagi kepada orang yang belum Anda kenal, belum pernah ketemu, bahkan tidak tahu apakah itu orang atau bukan (maksudnya program/bot otomatis).

TERIMA KASIH mas Achmad sekali lagi, matursuwon sanget, thank you very much for sharing.
Persembahan saya buat mas Achmad Muhajir, dan seluruh Freelancer Indonesia termasuk tentunya IFA member.

(catatan: ceritanya agak tak dramatisir sedikit biar yang baca gak bosen, bila ada yang membuat tidak berkenan saya sebelumnya mohon maaf, saya sama sekali tidak bermaksud menyinggung).

Salam,